Jumat, 20 November 2009

IMPLIKASI GLOBALISASI BISNIS TERHADAP PENERAPAN NORMA-NORMA MORAL DAN ETIKA

Karena kenyataan menunjukkan bahwa globalisasi bisnis akan terus berlanjut dan bahkan akan meningkat dimasa yang akan datang, para pelakunya tidak bisa tidak harus mengenali dan memahami implikasinya terhadap penerapan norma-norma moral dan etika. Pertanyaan yang sangat mendasar yang segera timbul dalam pemahaman tersebut ialah"Apakah norma-norma moral dan etika bersifat uiversal-yang berlaku tanpa terikat pada situasi, kondisi, waktu, dan ruang- ataukah norma-norma tersebut hanya bersifat parokial?" Berangkat dari pertanyaan yang sangat mendasar tersebut, timbul pertanyaan lanjutan, yaitu:"Jika norma-norma moral dan etika dipandang sebagai sesuatu yaang normatif, apakah keuniversalannya harus pula tercermin pada penerapannya? Apakah norma-norma moral dan etika yang bersifat universal itu dapat dan boleh diterapkan dengan pendekatan situasional?"

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut jelas jauh lebih mudah ketimbang menjawabnya karena jawaban seseorang dapat bersifat subjectif, antara lain karena di pengaruhi oleh berbagai faktor seperti:
  • filosofi hidup yang dianut
  • karaktersitik kepribadian seseorang
  • sistem dan peringkat nilai hidup yang digunakan
  • latar belakang pendidikan
  • latar belakang dan status sosial
  • kultur masyarakat dimana seseorang hidup
  • kultur organisai dimana seseorang bekerja
Tetapi dengan mempertimbangkan faktor-faktor diatas pun, tidak akan terlalu jauh dari kebenaran ilmiah apabila dikatakan bahwa ada norma-norma moral dan etika tertentu yang bersifat universal dan yang harus diterapkan "seutuhnya" dalam situasi, kondisi, waktu, dan ruang apa pun. Oleh karena itu, penerapannya tidak situasional. Kejujuran, menghargai orang lain, kesopanan adalah beberapa contohnya.

Menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas yang dapat diterima oleh semua pihak menjadi lebih sulit lagi apabila diingat bahwa jawaban tersebut harus ditemukan dan digunakan secara kontekstual, dikaitkan dengan situasi nyata dimana perusahaan bergerak demi keberhasilan perusahaan yang bersangkutan mencapai tujuan dan berbagai sasarannya. Kontek penerapan norma-norma moral dan etika berarti"mengaitkannya" antara lain dengan faktor politik, hukum, ekonomi, budaya, dan nilai-nilai sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar